Sabtu, 31 Maret 2018

MENGEMBANGKAN JARINGAN SEKALIGUS EDUKASI


SUDAH LEBIH DARI 60% JARINGAN ROBERT USMAN CENTRE (RUC) TERBENTUK


Setelah beberapa minggu sebelumnya proses pengembangan jaringan dilakukan di Sekretariat Robert Usman Centre (RUC) di Kawasan Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, kini tim pemenangan HM. Robert Usman, SE, M.Si mulai menyambangi beberapa wilayah konstituen.

Kamis malam (29/03/2018), Tim RUC diundang oleh pengurus lingkungan Perumahan Ciputat Baru, Kelurahan Sawah. Di tempat ini, sosok HM Robert Usman memang sudah tak lagi asing. Sebab, ketika menjabat sebagai anggota DPRD periode 2009-2014, HM. Robert Usman merupakan satu-satunya legislator yang selalu mendampingi warga setempat untuk mencari solusi soal banjir di lingkungan perumahan tersebut.

Perumahan Ciputat Baru, Kelurahan Sawah.
Atas inisiatif dan dorongan Robert Usman, akhirnya sungai yang mengalir membelah kawasan hunian itu dibangun turap oleh Pemkot Tangerang Selatan hingga persoalan banjir menjadi jauh berkurang. Maka tak heran bila kemudian sejumlah pengurus lingkungan—yang mengetahui bahwa HM. Robert Usman berencana mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kota Tangsel pada Pemilu 2019—langsung mengundangnya ke Balai Warga RW 08. Hadir dalam kesempatan itu sejumlah tokoh masyarakat setempat, Subhan Zainal, Ketua Karang Taruna Airlangga, hingga para pengurus RT/RW.

Hajat yang di-inisiasi oleh warga itu bertujuan untuk mengetahui apa program serta pola kampanye yang akan dijalankan oleh HM. Robert Usman untuk Pemilu mendatang agar hasil yang dicapai bisa sesuai harapan bersama. Ditegaskan Ketua RW setempat, Mahfud, tanpa perlu diminta, kami akan memilih sosok Robert Usman dalam Pemilu nanti. “Hanya saja, kami juga ingin mengetahui hal-hal teknis agar bisa sejalan dengan tim kampanye Pak Robert,” ujarnya.

Dalam presentasinya, HM. Robert Usman menjelaskan sejumlah strategi serta pola kampanye yang akan dijalankan tim RUC untuk mencapai target suara. “Pada Pemilu 2019 ini kami menggunakan pola dan strategi yang lebih baik dari Pemilu sebelumnya. Hingga perlu ada koordinasi dengan tim jaringan agar pola yang sudah ditetapkan dapat berjalan sesuai rencana,” kata Robert Usman.

RT 001/04 Kampung Maruga, Kelurahan Serua
Sementara esok harinya, Jumat (30/03/2018), Robert Usman kembali hadir di tengah-tengah warga yang sudah menyatakan siap untuk menjadi bagian dari jaringan RUC. Kali ini wilayah yang disambangi adalah Kampung Maruga, Kelurahan Serua, atau tepatnya di di RT 01/04. Seperti di tempat-tempat sebelumnya, di kawasan ini pun Robert Usman menjelaskan mengenai pola yang akan dijalankannya dalam menghadapi Pemilu 2019 mendatang.    

“Alhamdulillah, pembentukan jaringan baru terus berjalan sesuai agenda. Insya Allah dalam satu bulan ke depan target jaringan ini sudah terpenuhi 100 persen,” tandas Robert Usman.

Proses Edukasi

Dalam proses pengembangan jaringan ini, Robert Usman memang tidak semata-mata berdiri untuk memobilisasi suara pada Pemilu mendatang. Namun lebih dari itu, presentasi yang disampaikan Wakil Bendahara DPD Partai Golkar Kota Tangsel ini juga mengandung muatan edukasi politik kepada warga.

“Pembekalan itu mulai dari pola dan strategi kampanye, proses pengembangan jaringan suara, metode penghitungan suara, hingga pengarahan tentang perlunya kehati-hatian terhadap informasi yang beredar, khususnya di dunia maya. Kami juga tidak ingin jaringan kami terlibat dalam peredaran hoax maupun informasi-informasi yang sifatnya menyesatkan maupun melecehkan kelompok tertentu,” jelas Robert Usman.

Kami menginginkan, sambung Robert, jejaring RUC ini bisa berpolitik secara sehat. Jangan hanya karena perbedaan pilihan dalam Pemilu, lalu kita jadi tidak saling tegur sapa dengan tetangga, atau bahkan dengan kerabat dekat. “Kerja cerdas adalah semangat kami untuk mencapai target tanpa perlu bersinggungan dengan pihak-pihak yang berbeda,” kata Robert.

# Sammy / RUC

Kamis, 22 Maret 2018

MENGAPA KITA HARUS MEMILIH HM ROBERT USMAN?



Sebagai pemilih cerdas, kita harus sungguh-sungguh meneliti seberapa besar nilai manfaat seorang kandidat bagi perbaikan sebuah daerah hingga pantas dipilih. Bagi kami, kehati-hatian itu merupakan sesuatu yang sangat penting bagi pemilih dalam menentukan siapa kandidat yang pantas dimenangkan dalam Pemilu mendatang.

Berikut kami sampaikan catatan penting Mengapa Kita Harus Memilih HM. Robert Usman, SE, M.Si.


































FOGGING DI KAWASAN JOMBANG



Tim Robert Usman Centre (RUC) bergerak cepat begitu mendengar kabar terdapat bahaya DBD di Kawasan Rawalele, Jombang


Dipimpin langsung oleh HM. Robert Usman, tim Robert Usman Centre (RUC) langsung menyambangi Kampung Rawa Lele, Kelurahan Jombang, Ciputat Kota Tangerang Selatan (23/3/2018), untuk melakukan aktifitas fogging. Pasalnya, di kampung padat penduduk itu sudah terjadi musibah korban demam berdarah dengue (DBD) di mana seorang meninggal dunia dan seorang lagi dirawat di rumah sakit.

 “Alhamdulillah, begitu mendengar kabar musibah itu kami bisa langsung bergerak melakukan fogging di sekitar lokasi untuk mencegah terjadinya penyebaran jentik nyamuk DBD,” kata Robert Usman, seraya menambahkan, situasi seperti ini memang tidak lagi bisa ditunda-tunda mengingat sudah terjadi dua kasus, dengan seorang di antaranya meninggal dunia.

Menurut Wakil Bendahara DPD Partai Golkar Kota Tangerang Selatan ini, kegiatan fogging untuk mengatasi demam berdarah dengue (DBD) harus memenuhi beberapa syarat terlebih dahulu. Fogging tidak bisa dilakukan sembarangan, tapi harus berdasarkan kasus.

“Fogging hanya bisa dilakukan jika di sebuah daerah ditemukan lebih dari satu kasus DBD. Kalau ditemukan kasus, petugas akan melakukan penyelidikan epidemologi di lokasi dengan radius 100 meter. Karena nyamuk hanya bisa terbang maksimal 100 meter," kata Robert.

Ia menambahkan, tujuannya adalah untuk membunuh nyamuk dewasa dan memutus rantai penularan. Tapi bukan pada jentiknya. Fogging juga akan dilakukan jika ditemukan angka bebas jentik di wilayah tersebut kurang dari 95 persen dan telah terjadi penularan penyakit DBD dari satu orang ke orang lain.

# Max / RUC

Rabu, 21 Maret 2018

MENGIKIS KEBOSANAN TERHADAP POLITIK


Politik juga punya momen untuk membangun nilai-nilai kebaikan.



Kita sama-sama tahu bahwa apa yang terjadi hari-hari ini nyaris sama dengan apa yang digambarkan Bung Hatta mengenai situasi politik pada masa demokrasi parlementer: ketika banyak partai politik cenderung menunjukkan sisi buram dari demokrasi. Pemilu sebagai hajat demokrasi pun menghadapi berbagai persoalan yang amat pelik tatkala realitas politik tidak berjalan sesuai dengan substansi dan cita-cita politik itu sendiri. Banyak politisi gagal menjalankan tugasnya sebagai gerbong penguatan masyarakat sipil hingga tidak mampu merespons tuntutan-tuntutan baru—baik di tingkat lokal maupun nasional. Tentu saja ini merupakan situasi berat bagi politisi yang ingin berkompetisi di Pemilu 2019. Lalu, bagaimana para politisi ini mengantisipasi situasi tersebut?.

Untuk mengetahuinya secara lebih mendalam, Tim RUC sudah menyunting hasil perbincangan isu ini dengan HM. Robert Usman, SE, M.Si, yang kini menjabat sebagai Wakil Bendahara DPD Partai Golkar Kota Tangerang Selatan. Berikut petikannya.

Menurut sejumlah pengamat, tren kepercayaan publik terhadap partai politik cenderung agak turun. Bagaimana pendapat Anda?

Saya rasa dengan situasi yang terjadi belakangan ini, ketika banyak kader parpol yang tertangkap tangan KPK serta hal-hal buruk lainnya di Gedung legislatif, wajar bila terjadi kecenderungan itu. Namun sebagai kader partai, saya tetap optimis bahwa situasi itu dapat diatasi.

Bagaimana mengatasinya, setidaknya dalam konteks kepentingan politik Anda di Kota Tangerang Selatan?

Saya sudah memperhitungkan situasi tersebut, karenanya saya membangun Robert Usman Centre (RUC). Salah satu poin pentingnya, lembaga ini dibangun sebagai wadah untuk mengikis energi kebosanan masyarakat terhadap politik menjadi energi yang lebih bersahabat dengan politik. Toh, kami sadar bahwa politik tidak mungkin diabaikan mengingat ia berkaitan erat dengan proses pendistribusian kekuasaan dan pengambilan keputusan di wilayah publik. Artinya, ia akan menentukan pada siapa, atau kelompok mana, realitas politik berpihak. Untuk menunjang tujuan tersebut, kami akan menggelar berbagai kegiatan berbasis diskusi serta pencerahan politik bagi warga.

Apakah itu bisa diartikan bahwa Anda masih meyakini Pemilu sebagai sebuah ruang kontestasi ide, gagasan, program, dan ideologi?

Ya, harus itu. Ketika dalam praktiknya banyak orang melupakan itu, bukan berarti gagasan yang sesungguhnya menjadi keliru. Saya percaya, dari sebuah pesta demokrasi—ketika teksturnya tetap sebagai ruang kontestasi ide, gagasan, program, dan ideologi—maka akan lahir embrio masyarakat sipil yang kokoh (strong civil society). Seberat apa pun situasinya, kita harus tetap optimis bahwa Pemilu merupakan sarana pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang dapat membentuk kesadaran kolektif seluruh komponen masyarakat tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya.

Banyak pihak menilai bahwa politik itu dekat dengan “kebusukan”. Bagaimana pendapat Anda?

Kehidupan politik memang penuh dengan dinamika, apakah itu yang bersifat baik maupun yang buruk. Karenanya tak heran bila jauh-jauh hari, peringatan tentang bahaya (bermain) politik sudah lama dilontarkan sejumlah pemikir politik Islam klasik (fiqh siyasah), mulai dari al-Mawardi, al-Ghazali, hingga Ibn Taymiyyah. Bahkan Imam al-Ghazali menyatakan, politik adalah lahw dan la’b, permainan (yang) memabukkan dan pembuat lupa daratan. Kekuasaan, dalam nalar fiqh siyasah, cenderung bersumber dari nafsu yang sulit dikendalikan. Tapi bagi saya, politik tak selamanya busuk. Toh, sejak zaman nenek moyang, manusia punya dua ciri; "amour de soi", dorongan untuk mempertahankan diri sendiri, dan "pitie"; perasaan belas kasih antarsesama yang menderita. Politik adalah alat, dan kita mengandalkan manusianya.

Anda yakin “kebaikan” bisa menang di dunia politik?

Harus yakin. Bila tidak, untuk apa kita berpolitik. Para pemikir politik Islam klasik, saat membahas tentang institusi kekuasaan, sangat menekankan pentingnya akhlak, moral, dan etika. Karena berpolitik tanpa akhlak, moral dan etika bisa membuat banyak hal direduksi menjadi situasi persaingan antara “kami” dan “mereka”. Saya rasa, politik tidak bisa bertahan bila hanya mengibarkan panji-panji partikularisme, yang menegaskan apa yang istimewa pada kami dan tidak pada mereka. Toh, ada pemahaman bahwa politik pada akhirnya adalah sebuah proses pencarian dan pencapaian apa yang universal, suatu pergulatan antarkelompok yang terdorong untuk membentuk “kita”. Saat itulah, nilai-nilai kebaikan bisa menang.

Lalu dalam konteks Tangerang Selatan, apa yang perlu dijadikan isu saat ini untuk mengikis rasa kebosanan masyarakat terhadap politik?

Saya rasa kita perlu meningkatkan partisipasi politik berbasis konstituen pluralis yang bercorak lintas agama dan lintas etnis-kultural, demi terbangunnya keseimbangan antara kebebasan, kesetaraan, keadilan, solidaritas, dan demokrasi. Dalam banyak situasi, politik adalah soal bagaimana kita bersedia bekerja sama dengan pihak lain. Dan, tiap kehendak kerja sama itu harus mengandung unsur kesadaran akan batas: kata lain dari kerendah-hatian. Karena itu politik juga punya momen transendental; ketika kita merasa bertanggung-jawab untuk adil, tidak boleh netral atau bebas nilai--terutama kepada kelompok lemah yang tidak terwakili. Di situlah kita hadir untuk berjuang.

# Tim RUC

GENCAR MEMBANGUN JARINGAN



Politik adalah sebuah proses . . .


Kerja politik tidak bisa instant. Itulah salah satu poin penting bagi HM Robert Usman mengapa ia terus mengembangkan jaringan jauh-jauh hari dalam menghadapi Pemilu 2019. Bersama tim RUC-nya, hampir setiap hari ia terus melakukan penguatan jaringan hingga ke tingkat terkecil, yakni RT. Baginya, parpol harus bisa menjalankan tugasnya sebagai gerbong pembelajaran politik bagi masyarakat agar mampu merespons tuntutan-tuntutan baru.

“Hal ini menjadi penting mengingat masyarakat harus ditempatkan sebagai bagian utama dari sebuah siasat politik. Implementasinya, jalan dialog menjadi salah satu poin penting untuk menuju sebuah pengembangan jaringan politik yang sesuai harapan,” jelas HM. Robert Usman. Ia menambahkan, pengembangan jaringan ini pun dapat menjadi semacam alat ukur bagaimana kita secara tepat mengukur kekuatan (politik) kita, dan bagaimana secara benar melihat kemungkinan-kemungkinan dalam keterbatasannya.

“Saya kira itulah konsep ‘politisi zaman now’ yang harus dibangun, yakni: ketika politik dikelola dengan tepat dan benar--sebagai ajang untuk membentuk kesadaran kolektif bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya—serta dapat pula diukur kekuatannya,” tandas Wakil Bendahara DPD Partai Golkar Kota Tangsel ini.

Karena itulah HM. Robert Usman begitu intens melakukan kegiatan pengembangan jaringan ini, baik di kantor sekretariat Robert Usman Centre (RUC) maupun di berbagai lokasi lainnya di wilayah Ciputat, Kota Tangerang Selatan. “Saya berharap Pemilu 2019 ini dapat menjadi momen bagi Golkar Tangsel untuk mengembangkan kuantitas sekaligus kualitas kadernya agar pencapaian hasil Pemilu bisa sesuai target,” ucap anggota DPRD Kota Tangsel periode 2009-2014 itu.


# Max / RUC



Foto-foto 

#RobertUsman : Pilhan Pasti











Sabtu, 13 Januari 2018

SAMPAH JANGAN MENGGUNUNG LAGI DI CIPUTAT



PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN HARUS SEGARA MENCARIKAN SOLUSI AGAR SAMPAH TIDAK LAGI MENGGUNUNG DI CIPUTAT.


Sampah memang masih menjadi salah satu persoalan pelik di sejumlah wilayah perkotaan di Indonesia, termasuk di Kota Tangerang Selatan. Tingkat pertumbuhan penduduk yang begitu cepat—yang juga berarti bertambahnya volume sampah--ternyata belum diimbang dengan sistem pengendalian sampah yang baik. Maka tidak heran bila di sejumlah titik di kawasan Tangerang Selatan, khususnya sekitar Pasar Ciputat, sampah kembali menumpuk.

Berdasarkan pemantauan lapangan tim Robert Usman Centre (RUC), hingga hari ini (13/1/2018) masih banyak terdapat tumpukan sampah di sejumlah titik di kawasan Pasar Ciputat. Salah satunya yang cukup mengganggu adalah di titik pertigaan yang mempertemukan Jalan Arya Duta dengan Jalan Dewi Sartika, Ciputat. Sampah yang kebanyakan berasal dari area pasar ini ditumpuk sembarangan hingga tumpah ke jalan raya.

Penumpukan sampah itu, yang juga terdapat di separator di sekitar SPBU di putaran jalan dari arah pamulang menuju Gaplek dan di sekitar area pasar lainnya, telah menghadirkan kesan kotor dan kumuh bagi wilayah Kota Tangerang Selatan. Padahal, kawasan Ciputat—selain sebagai ibu kota Tangerang Selatan—juga menjadi salah satu titik masuk ke kota ini.

Dari hasil perbincangan tim RUC dengan sejumlah petugas kebersihan diperoleh keterangan bahwa jumlah armada yang setiap hari bertugas mengangkut sampah di Pasar Ciputat sangat terbatas, yakni sekitar 2 sampai 3 unit truk. Sementara kebutuhannya mugkin di atas 6 armada per hari. Persoalan itu semakin rumit ketika terjadi antrian masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cipeucang milik Pemkot Tangerang Selatan.

Berdasarkan hasil investigasi data-data, Wali Kota Airin Rachmy Diany sebenarnya sudah pernah mewacanakan untuk membangun sistem pengendalian sampah dengan teknik komposting khusus untuk Pasar Ciputat. Artinya, sampah-sampah dari Pasar Ciputat bisa diatasi sendiri hingga tidak perlu ikut dibuang ke TPA Sampah Cipeucang. Namun hingga hari ini, wacana itu belum terealisasi.

Padahal, kapasitas TPA Sampah Cipeucang juga sudah mengkhawatirkan, mengingat tidak ada keseimbangan antara kapasitas dengan produksi sampah yang dihasilkan setiap hari. Data yang diperoleh RUC menyebutkan, volume sampah yang berasal dari warga Kota Tangerang Selatan saat ini mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Sementara TPA Cipeucang hanya sanggup menampung 880 ton sampah per hari.

Bayangkan, terjadi selisih 620 ton sampah per hari yang sesungguhnya tidak bisa diatasi oleh TPA Cipeucang.


# Bayong Cappoera / RUC

Kamis, 11 Januari 2018

ROBERT USMAN DALAM FOTO


Sebagai politisi yang sudah cukup memiliki pengalaman, teman, dan jaringan di Kota Tangerang Selatan, HM. Robert Usman merupakan sosok yang cukup sering mengunjungi dan dikunjungi warga dalam berbagai aktifitas. Bukan saja pada forum-forum resmi, namun juga dalam kegiatan-kegiatan biasa, baik itu sekadar mengobrol bersama, menjenguk sabahat, menerima kelompok pemuda masjid, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat. Bagi yang sudah mengenal pria yang kini duduk sebagai Wakil Bendahara Partai Golkar Kota Tangsel ini, hal tersebut merupakan sesuatu yang biasa dilakukan oleh HM. Robert Usman.

Berikut adalah sebagian rangkaian foto aktifitas HM. Robert Usman sekitar satu bulan ini yang sempat terekam.



1. Silaturrahmi dengan warga di RW 012 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat




2. Ngobrol bareng para pemulung di "istana pemulung" di wilayah Tangerang Selatan




3. Berbincang-bincang dengan Wali Kota Tangerang Selatan, Hj. Airin Rachmy Diany




4. Menerima kunjungan dari perwakilan remaja masjid Kelurahan Serua dan Serua Indah




5. Silaturrahmi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, H. Muhammad





6. Menerima kunjungan dari perwakilan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah 




7.  Silaturrahmi dengan warga Kelurahan Serua Indah




8. Silaturrahmi dengan anggota DPRD Provinsi Banten, H. Harun Al-Rasyid




9. Silaturrahmi dengan Ketua KPUD Kota Tangerang Selatan, Mohamad Subhan























10. Kerja bakti bersama pemuda Kelurahan Serua

AYO, RAWAT SITU GINTUNG


Belakangan ini kawasan Situ Gintung terlihat kurang terawat, khususnya di titik yang agak jauh dari lokasi wisata.


SITU GINTUNG adalah sebuah danau buatan yang terletak di kawasan Cirendeu, Kota Tangerang Selatan. Ia dibentuk oleh sebuah bendungan yang dibangun pada zaman  Kolonial Belanda pada 1933. Pada awalnya, Situ Gintung adalah sebuah bendungan untuk kepentingan irigasi di sekitar kawasan tersebut. Berdasarkan data dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), awalnya bendungan tersebut memiliki luas 31 hektar, namun karena mengalami pendangkalan, luasnya berkurang menjadi 21,4 hektar di tahun 2009.

Dalam konteks upaya pengendalian banjir, Situ Gintung sangatlah penting mengingat ia mampu menampung sekitar 2,1 juta meter kubik air. Apalagi danau itu merupakan bagian dari daerah aliran sungai Kali Angke dan Pesanggrahan, yang lahir pada awal pembentukan dataran rendah Jakarta, sekitar 5.000 tahun silam. Baru kemudian Belanda menjadikannya bendungan untuk keperluan irigasi dan pengendalian banjir Jakarta.

Sekitar tahun 1980, area Situ Gintung mulai dilirik para pebisnis. Waduk tandon hujan itu pun digarap menjadi objek wisata alam. Berbagai fasilitas dibangun mulai dari restoran hingga sarana olahraga, serta bangunan-bangunan komersial lainnya. Tahun 2009, tanggul danau ini jebol hingga mengakibatkan banyak korban jiwa. Setelah terjadinya bencana, Situ Gintung sempat dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan sementara seperti perkebunan singkong, timun suri, dan jagung.

Hari ini (11/1/2018), tim Robert Usman Centre (RUC) mengunjungi kawasan Situ Gintung sebagai bagian dari kepedulian komunitas ini terhadap lingkungan sekitar. Dari pantauan RUC, di sejumlah titik kawasan ini tampak tidak mendapatkan perawatan yang cukup baik hingga danau ini terlihat agak kumuh. Di sekitar jalan setapak danau tumbuh semak-semak liar. Belum lagi dengan pemandangan penumpukan sampah di titik lainnya.


Ini menunjukkan pengawasan yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC)—yang kemudian menunjuk asosiasi pengusaha Situ Gintung untuk bekerja sama mengelola sekitar danau sebagai area komersial—belum dilakukan secara maksimal. Artinya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan ada baiknya bisa mengingatkan sejumlah pihak yang berkepentingan dengan Situ Gintung agar bisa meningkatkan pengawasan serta perawatan danau ini. Apalagi fungsi danau ini juga menjadi salah satu sarana pengendali banjir, maka pendangkalan-pendangkalan yang terjadi karena alam maupun manusia perlu segera diantisipasi secara dini.

# Max / RUC
   

Minggu, 07 Januari 2018

GERAKAN SADAR PEMILU


Dalam sistem demokrasi, rakyat memiliki kedaulatan untuk memilih para pemimpin yang akan membentuk parlemen dan pemerintahan melalui ajang Pemilu. Dalam konteks ajang kontestasi ide dan gagasan bernegara secara damai dan beradab, Pemilu idealnya menjadi sarana bagi semua komponen masyarakat untuk saling menguatkan ide persatuan dan kesatuan bangsa.

Karena itu penting bagi kita semua untuk memahami Pemilu secara tepat agar dapat dioptimalkan secara benar dan demi kemajuan bangsa. Menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, KPU menggagas sebuah gerakan sosial yang dinamai Gerakan Sadar Pemilu, yakni sebuah gerakan moral untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Pemilu. Sebagai sebuah gerakan, tentu saja program ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak menjadi kegiatan KPU saja, melainkan juga seluruh rakyat Indonesia.

Gerakan Sadar Pemilu ini memiliki 7 poin utama yang wajib diketahui masyarakat sebagai pemilih, di antaranya :

1    1. Memiliki KTP Elektronik
     2. Pastikan terdaftar dalam DPT
     3. Telusuri profil dan rekam jejak kandidat
     4. Santun dalam berkampanye
     5.  Gunakan hak pilih di TPS
     6. Kenali jenis surat suara dan tata cara memilih yang benar
     7. Kawal jalannya pemungutan dan penghitungan suara



APA MANFAAT PEMILU BUAT KITA?


Pemilih harus sungguh-sungguh berdaulat atas pilihannya bila ingin Pemilu menjadi bermanfaat untuk orang banyak.


Itulah benang merah yang dapat disimpulkan dari hasil diskusi Robert Usman Centre (RUC) Coffee Morning ke-3 yang digelar belum lama ini, Sabtu (6/12/2018) di Taman Jajan Bukit Nusa Indah, Serua-Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Dengan kata lain, pemilih sebenarnya memiliki peran yang sangat strategis dan fundamental dalam membentuk parlemen yang lebih kapabel, kredibel, dan berintegritas—selama pemilih tidak terdistorsi dan terciderai oleh aspek-aspek artifisial yang sifatnya hanya sesaat.

Ketua KPUD Kota Tangsel, Mohamad Subhan (kiri)
Narasumber diskusi kali ini, Ketua KPUD Kota Tangerang Selatan Mohamad Subhan, menegaskan bahwa sesungguhnya kita tidak bisa bersikap apatis terhadap politik, termasuk dalam menyikapi Pemilu. “Mengapa demikian, karena seluruh hal yang menyangkut tata kelola negara diatur oleh kebijakan politik, baik yang bersifat lokal, nasional, bahkan internasional. Penetapan harga kebutuhan pokok, misalnya, ditentukan oleh kebijakan politik. Pemimpin baik dan buruk juga lahir dari kompetisi politik,” ujar Mohamad Subhan.

Itu sebabnya saya percaya, tambah Subhan, Pemilu adalah suatu “momen sakral” yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Begitu kita menentukan pilihan, maka saat itu pula kedaulatan kita sebagai warga negara telah dijatuhkan kepada sosok kandidat yang dipilih itu. Mandat telah kita berikan kepada sosok di atas kertas suara tersebut. Karenanya jangan memilih atas dasar pertimbangan pada aspek-aspek artifisial, seperti primordialisme dan politik uang.

“Jangan berikan mandat itu kepada sosok-sosok yang tidak memiliki komitmen terhadap perkembangan masyarakat ke depan. Pesta demokrasi ini harus dijadikan sebagai sarana bagi kita semua untuk menjawab cita-cita kesejahteraan dan rasa keadilan sosial. Pemilu harus mampu menjadi sarana untuk membangun sikap kebenaran yang universal. Lewat Pemilu ini semoga saja kita mendapatkan pemimpin-pemimpin yang amanah,” tandas Subhan.

Dalam kesempatan ini Subhan juga menjelaskan, event Coffee Morning yang dilakukan RUC ini semestinya juga dilakukan oleh kandidat-kandidat lain. Sebab dari event seperti inilah kita sebagai masyarakat mampu menilai apakah kandidat ini memang layak dipilih atau tidak. “Karena itu saya sepakat dan memberikan apresiasi kepada RUC yang berani menyelenggarakan coffee morning ini sebagai ruang untuk saling membuka diri di antara kandidat dan calon pemilih agar Pemilu mendatang bisa lebih berkualitas,” ujar Subhan.

Sementara pemandu acara, HM. Robert Usman mengatakan, kegiatan RUC Coffee Morning ini memang ditujukan untuk membangun dialog positif antara kandidat dengan calon pemilih demi membangun tujuan bersama. “Di momen inilah, komitmen dan kapasitas seorang kandidat dapat terukur hingga tidak ada lagi istilah membeli kucing dalam karung,” tandas HM. Robert Usman.

Ditegaskan Robert Usman, Pemilu sebenarnya merupakan “sasaran antara” bagi kita semua. Substansi tujuannya tidak terletak pada momen Pemilu itu sendiri, melainkan pada hari-hari yang panjang pasca-Pemilu. Apa yang akan kita perbuat setelah Pemilu ini selesai?. “Di situlah kata kuncinya. Jadi, misalnya Anda semua memilih saya nanti pada Pemilu 2019—dan saya berhasil menjadi anggota DPRD--maka Anda adalah para pemegang saham atas kursi yang saya peroleh di lembaga legislatif,” kata Robert.

Selayaknya sebagai pemegang saham, maka Anda dapat mendesak saya untuk melakukan kerja-kerja yang telah disepakati demi peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal kita. Pada momen Coffee Morning inilah saya dan RUC siap membuka diri untuk merumuskan tujuan bersama kita pasca-pemilu mendatang. “Saya rasa di situlah kuncinya bagi warga untuk menentukan sosok kandidat yang dipilih pada Pemilu mendatang, hingga Pemilu menjadi bermanfaat bagi banyak orang untuk jangka panjang,” tegas HM. Robert Usman.

Dalam kesempatan yang sama, seorang Ketua RT di perumahan Vila Dago Tol, Ahmad, sempat memberikan testimoni di hadapan sekitar 50-an audience yang seluruhnya merupakan tokoh masyarakat perumahan Bukit Nusa Indah. Dikatakan Ahmad, apa yang disampikan HM Robert Usman bukanlah omong kosong. “Saya pernah mengalaminya di lingkungan tempat tinggal saya ketika Pak Robert masih menjadi anggota DPRD periode 2009-2014,” katanya.

Waktu itu, perumahan kami sering mengalami banjir besar karena lokasinya berada di tepian Kali Angke. Akhirnya kami mengajukan sejumlah item pembangunan untuk mengantisipasi banjir, seperti pembangunan tanggul, turap, dan betonisasi jalan lingkungan. Saat itu, kami berkonsultasi dengan Pak Robert dan beliau pula yang akhirnya mengawal usulan kami agar segera direalisasikan oleh Pemkot Tangerang Selatan. “Alhamdulillah, semuanya terealisasi dan hingga kini kawasan Vila Dago Tol tidak pernah dilanda banjir kembali,” tegas Ahmad. 


Senin, 25 Desember 2017

MEMBEDAH PERAN PARTAI GOLKAR


Kemajuan pembangunan di Kota Tangsel merupakan potret komitmen Wali Kota yang merupakan salah satu kader terbaik Partai Golkar.
  

Sabtu (23/12/2017) Robert Usman Centre kembali menggelar Coffee Morning ke-2 di rumah makan Telaga Kaisar Resort, Serua-Ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan yang juga dikenal dengan nama “Ngopi Bareng Sambil Ngobrol Politik bersama HM. Robert Usman” ini menghadirkan narasumber Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Tangsel, H. Abdul Rosyid—yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tangsel. Pada sesi kali ini, sekitar 70-an audience yang hadir adalah para tokoh warga Serua Indah, Kecamatan Ciputat.  


Ketua RUC, H. Saroh bin Afandi
Dalam sambutannya, Ketua Robert Usman Centre (RUC), H. Saroh bin Afandi menjelaskan, RUC dibangun untuk menjadi teman setia bagi warga Tangerang Selatan, baik sebelum Pemilu maupun sesudah Pemilu. Artinya, kita akan selalu bersama-sama dengan warga untuk selalu memberi manfaat bagi masyarakat. Pemilu bagi kami hanyalah sebuah momen formal demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama, dan bukan menjadi tujuan dari RUC itu sendiri.  

Sementara pemandu acara, HM. Robert Usman mengatakan, meski sempat terjadi dinamika yang mengkhawatirkan di internal DPP Partai Golkar, kami bersyukur bahwa persoalan itu sudah selesai dengan baik dan tidak meluas ke daerah termasuk di Tangerang Selatan. “Kita bisa lihat bahwa Partai Golkar di Kota Tangsel tetap solid dan bertekad menjadi yang terbaik dan mampu berbuat banyak untuk daerah ini,” tandas Robert Usman.

Ia menambahkan, apalagi Wali Kota Tangerang Selatan, Hj. Airin Rachmy Diany merupakan Ketua DPD dan salah satu kader terbaik Partai Golkar. Maka kita bisa lihat bersama, apa yang telah dilakukan Wali Kota merupakan sebuah cerminan komitmen kader Golkar untuk masyarakat Kota Tangsel. “Artinya, dengan melihat hasil yang telah dilakukan Wali Kota, kita optimis bahwa Partai Golkar akan tetap menjadi yang pilihan utama warga serta menjadi partai terbaik di daerah ini,” tegas HM Robert Usman.

Narasumber, H. Abdul Rosyid, Sekretaris DPD Partai Golkar Tangsel (kiri)
Ditambahkan pria yang kini menjabat sebagai Wakil Bendahara DPD Partai Golkar Kota Tangsel ini, ia berharap agar Partai Golkar ke depan—khususnya di Kota Tangsel—tidak saja besar secara kuantitas, melainkan juga secara kualitas. “Saya berharap Partai Golkar dapat menangkap komitmen ini sebagai sebuah upaya membangun kemajuan partai ke depan,” ujar Robert.   

Senada dengan HM. Robert Usman, narasumber diskusi, H. Abdul Rosyid, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Tangerang Selatan menjelaskan bahwa kemajuan kota ini memang tidak dapat dilepaskan dari peran Wali Kota Hj. Airin Rachmy Diany yang notabene adalah ketua DPD Golkar. “Ini merupakan potret kesungguhan beliau sebagai kader Golkar untuk bekerja sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat,” ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Tangsel ini.

Abdul Rosyid juga menambahkan, dari waktu ke waktu kita bisa lihat kemajuan demi kemajuan yang ada di Kota Tangerang Selatan, terutama soal infrastruktur. “Wali Kota memang menetapkan beberapa sektor sebagai prioritas pembangunan, seperti infrastruktur jalan, kesehatan, dan pendidikan. Untuk pembangunan jalan, kita sudah bisa lihat faktanya,” ujar Abdul Rosyid.

Lalu untuk pendidikan, tambah Rosyid, Wali Kota sedang mengupayakan pembangunan sekolah dasar negeri agar tidak ada siswa yang masuk siang. Semua ditargetkan bisa mulai bersekolah sejak pagi hari, karena itu dibutuhkan infrastuktur baru untuk memenuhi kebijakan tersebut. Begitu juga dengan fasilitas kesehatan di mana pembenahan demi pembenahan terus dilakukan “Di sektor kesehatan, kita sudah memiliki sekitar 25 unit Puskesmas dan 820 unit Posyandu yang siap bekerja untuk seluruh warga Tangerang Selatan,” tandasnya.

Penyematan cinderamata berupa topi berlogo RUC oleh HM. Robert Usman
Lalu dalam konteks membangun Partai Golkar yang lebih berkualitas di Tangerang Selatan, belum lama ini Golkar telah menggelar acara Public Speaking untuk para kadernya dengan narasumber Rosiana Silalahi . “Hal ini sangat dibutuhkan mengingat perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2014 lalu cenderung dipengaruhi oleh sosok ketokohan para kadernya. Atas dasar itulah kami menginginkan agar para kader Golkar dapat memiliki kualitas SDM yang merata agar perolehan suara di 2019 bisa jauh lebih baik dari sebelumnya,” tegas Abdul Rosyid.

Ia juga menegaskan, pada titik pengembangan SDM itulah kami mencoba mengawali upaya peningkatan kualitas Partai Golkar di masa mendatang, di samping pengembangan partai yang berbasis teknologi.